Tak Berkategori

Si Arap

Kayaknya sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap tahunnya pasti akan adanya satu orang, tepatnya cewe yang menjadi “Bunga Angkatan”. Tiga tahun di sini, aku sedikit tahu tentang hal itu. Apalagi setiap kaka angkatan aku punya CS. Tapi tahun 2015 “Bunga Angkatan” nya beda guys… it’s Arabian. Sebenernya q ngga tau pasti dia keturunan Arab sih…. Ada dua riwayat di sini, pertama ; dia adalah “Syarifah” atau dengan kata lain Habib perempuan. Riwayat kedua mengatakan bahwa dia keturunan Turki, tapi riwayat ini berdalil dengan namanya yang berbau nama Sulthan Mehmed ini. Ngga tau mana yang bener, tapi aku berharap riwayat kedua yang bener, coz kalo dia bukan Syarifah berarti chance q terbuka lebar hehehe. Kefeonomenalannya tak terbantahkan guys, kalo di berangkat “Dauroh”, hmm semua mata yang ada terkunci pandangannya kepada sosok tinggi besar ini. Anak2 kelas dua Aliyah di lantai 3 merapat ke tembok, anak2 kelas satu yang lagi ngaji keluar gor semua, anak MAK pun tak kalah, mereka nimbrung, meski ya malu2 dikit. Dia yang jadi episentrum dengan PD nya bak model berjalan dengan PD yang super . Aku tahu si “Arap” ini dari kakak kelas ku, terus aku tahu juga dari anak2 kelas dua-an, masa mereka yang bukan programku udah tau fenomena ini, hmmm aku sebagai jurnalis merasa tersinggung dengan kekudetanku tersebut, aku korek info sebanyak-banyaknya, sampai-sampai aku merasakan fenomena itu sendiri (ketemu si Arap) yang dampaknya aku sebut “Arabic Syndrome”.
Jadi ceritanya gini :
Pas itu aku tidur di kelas (coz lagi liburan smester, bentar lagi PKL), bangun jam dua siang. Sehabis bangun langsung ke WC buat wudlu, setelah wudlu tiba-tiba kaya ada suara cewe manggil namaku, hmm… pertama aku pikir itu hanya halusinasi Jones nan lapuk, ternyata “ it’s real….!!!!”. cewe itu temen seangkatan, do’I berkacamata.. hmmm (tipe q bnget itu), kacamatanya kotak,,, hmmm bajunya orde baru banget, kuning… dan ternyata benar.. dia itu Princess (entar aku certain princess ini di postingannya yang lain). Dengan cara yg super JAIM aku njawab, “ada apa?”(gaya cowo cool gitwuuu). “ini kita mau ngadain bla…bla…bla…, kita mau pinjem baju, ini daftarnya, dia ngasih kertas yang warnanya kuning juga (aku curiga, jangan2 dia simpatisan orde baru, Ngachooo..). Males si nyari2 baju yg ada di list, tapi… buat princess apa sih yang ngga…. Akhirnya cerita singkat aku udah dpet smua yang do’I miinta…. Celana jeans, peci, jas dll. Pas aku mau setor, aku nunggu di tangga, siapa tau ada cewe lewat dan ada anak lewat, dengan respectful aku manggil cewe berbaju hijau itu (kalo ngga salah) dan gilanya dua menoleh, dan dia adalah… dia adalah… dia adalah…. SI ARAPPPPPPPPPPP…. , praktis aku nervous mendadak, jantungku berdetak kacau, mukaku memerah kaya daging dikukus. Dengan dialek Aziz Gagap (maksudnya tergagap) aku ngomong ; “ini… ba…ju pe…senan..n kelas dua”, Dan dengan senyum yang masyaallah… merenggut kesadaran melebihi morfin jenis apapun… dia ngomong “syukron akhy,,,, (makasih bro… (bhs Arab)). Hmm aku tambah kacau, kesadaranku hilang total…. Aku lari ke lantai tiga (kelas 3 tepatnya), terus disana aku kejang-kejang kaya orang epilepsy, hmmm setelah berpikir dan mendapat ilham bahwa nama sensasi ini disebut ARABIC SYNDROME… hmm… gelo… absurd.. itulah gue kalo ketemu “Si Arap”, Fenomena abad ke-21.
Mungkin ini dulu cerita yang aku bisa share mengenai si Arap, semoga dia tak henti-hentinya mewarnai hari-hari di penjara -katanya suci- ini.
Thanks….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *