Bahasa

Toilet Bintang Lima

Pernah denger Hotel Bintang Lima?, sering kan?. Tapi pernah denger toilet bintang lima?, Apa yang ada dibenakmu? Toilet yang ada AC, TV, Bathtube, hot spot area, shower+pemanas kah?. Kalo bayanganmu kek gitu berarti harapanmu bertepuk sebelah tangan, karena sebenarnya ini toilet yang biasa aja kalo diukur secara objektif. Tapi, kalo dukur secara kacamata santri ini adalah Bintang Lima!. Ada toilet duduk (kalo toilet reguler biasanya jongkok), suplai air yang melimpah (karena pake pompa air yang independen dari saluran air pondok), Bersih (Karena dikontrol langsung oleh Kepsek, dibersihakan secara teratur, dan hanya satu komunitas yang bertindak sebagai pemakainya). Lokasinya berada di gedung II sekolah, kenapa disebut gedung II ? karena gedung ini terpisah dari gedung induk (Mungkin point ini ngga terlalu penting).

 

Toilet ini terdiri dari dua lantai (makanya bisa dikatakan elit juga), lantai satu adalah area cewe, lantai dua adalah zona cowo. So, selain elit toilet ini juga Syar’i.Meskipun notabene nya adalah toilet sekolah, tetapi tidak ada toilet khusus guru. Jadi, siswa dan guru berbaur menjadi satu dalam antrian yang satu. Fakta ini juga membuktikan bahwa Toilet ini juga mengusung paham kesetaraan manusia di depan hukum, tetapi bedanya ini di depan toilet :D. So, toilet ini juga bersikap pro-demokrasi. Jumlah toilet di lantai dua ada empat buah, dengan catatan semua ngga ada kuncinya. Tapi tenang ngga ada yang nyelonong masuk kala kamu boker kok! Karena ada semacam konsesus kalo pintunya tertutup berarti toilet isi, jika pintu terbuka berarti toilet kosong. Satu toilet di pojok barat ngga bisa buat BAB, jadi kalo kamu kebelet “setor” jangan pilih toilet ini ya?.

 

Toilet ini menjadi primadona di pondok, kala terjadi krisis air, toilet ini menjadi rujukan utama mencari air, karena seperti yang sudah disebutkan bahwa sumber air ini independen dengan sumber air pondok. Air di Toilet ini baru bermasalah ketika mati lampu, karena toilet ini menggunakan media pompa air untuk meyedot air dari sumur. Karena tersohornya toilet ini, sering terjadi antrean panjang untuk menikmati jasa toilet ini, hal ini biasa terjadi ketika pagi-pagi sebelum KBM, pergantian jam, dan waktu datangnya sholat. Ada upaya pihak berwajib untuk mengantisipasi antrean ini dengan mengeluarkan aturan “dilarang ke toilet di kala jam KBM, meski jam kosong”, tetapi aturan ini hanya tinggal aturan, hanya setelah beberapa hari aturan ini berjalan namun akhirnya peraturan ini hanya tertulis, namun tidak terlaksanakan.

 

Ada aturan menarik mengenai toilet elit ini yang langsung dideklarasikan Abah Umar langsung, yaitu “Dilarang mandi di toilet”. Pada tahun pertama aturan ini dijalankan dengan sebaik-baiknya, tahun ke-2 aturan ini sedikit terganggu dengan adanya krisis air bersih di pondok. Pembina memperbolehkan toilet ini untuk digunakan mandi pada jam di luar KBM (07.15-17.30). Saat krisis air berakhir peraturan kembali bergulir, namun kelas tiga sebagai pihak yang “tak tersentuh” aturan merasa betah mandi di toilet ini. Dengan “colong-colongan” mereka mandi di “toilet terlarang”. Satu tahun berlalu, Penulis naik jabatan menjadi kelas tiga, aturan semakin longgar dan kami kadang tak malu-malu mandi di toilet ini. Pemangku jabatan sebagai santri senior tak kuasa mengatur kami, mereka yang notabenenya adik kelas segan-segan menegur senior yang “sekarepe dhewek”. Kadang-kadang kasian juga ngeliat mereka geleng-geleng tak berdaya melihat tingkah kami yang kek gitu. Peraturan di putri lebih longgar, ada waktu yang dilegalkan untuk mandi bagi mereka. Hal ini tak terlepas dari keterbatasan fasilitas mereka di asrama. Yang unik adalah adanya jadwal mandi di Toilet Bintang Lima ini. Jadi, misalkan hari senin yang boleh mandi si Ariana, Katy, Lorde, Maddi (kok nama artis semua?). Ngga tau kenapa penulis ketawa pas pertama tahu aturan ini. Mandi aja dijadwal, sangking kerennya toilet ini sampai mau mandi aja ada jadwalnya. Fakta-fakta tadi sudah menunjukkan keelitan toilet ini kan? Kalo mau ke pondokku, jangan lupa mampir yah?!. Rasakan sensasinya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *