Bahasa

Tragedi Klasik: Ketiduran di Masjid

Ini semua bermula dari lembur belajar Matematika, q belajar ampe jam 01.00 WIB, wow!!!! ngga biasanya. Tentunya diselingi dengan minjem HP2 para alumni yang lagi berkunjung (perbandingan antara belajar dan main hp nya ngga imbang).

Siang harinya sehabis sholat Dzuhur q putusin buat memurojaah juz satu bagian dua. Hmmm syaitan memang tidak pernah rela saat ada anak Adama yang sadar, do’i menggodaku agar ngantuk dan tidur. Selamat buat loe musuh sejatiku, kau menang hari ini… Q tertidur dengan posisi duduk dan memeluk Al-Qur’an(kedengarannya keren juga).

Tidurnya enak banget sumpah, tapi lambat laun seperti terdengar ada orang yang sedang membaca nadzom Asmaulhusna yang biasa dibaca sebelum belajar, pertama aku anggap itu cuma mimpi.. ehhh ternyata.. setelah q tersadar…. aku liat belakang…

ANAK-ANAK KELAS 10 ALIYAH SUDAH BERBARIS RAPI…. ADUHHH SEPONTAN AKU BERJALAN KELUAR DARI MASJID…

Hmmm sumpah malu setengah mati tidur di hadapan orang banyak, adik kelas lagi. ngga lagi-lagi tidur di masjid lagi deh…. kapok…!!!.

Mana kaki q kram lagi… aduhhh hmm jalannya pincang deh, udah kaki kram, hatinya kram juga lagi… aduh karam coz malu diluar nalar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *