Bahasa

Bukan nya Kebalik?

Ketika postingan ini diketik Lebaran tinggal tiga hari lagi. Tahun kemarin Penulis untuk pertama kali dalam sejarah merayakan hari “sakral” Umat Islam ini di Pondok. Ada cerita menarik ketika malam Takbiran. Sesuai rencana malam itu kita masak-masak. Pertama-tama, cewe diberikan kesempatan untuk masak, sedangkan Kaum Adam bermain balon Api. Penerbangan Balon berlangsugn sukses hanya satu balon yang hangus terbakar dan tidak ada korban pada peristiwa ini (Loh kok jadi berita?). Setelah menerbangkan balon, Kami main sepak bola api (Penulis ngga ikutan). Penulis dapet kabar bahwa cowo suruh pada nglanjutin masak. Dari pernyataan tersebut yang dibenakku pasti masakannya bentar lagi siap, istilah kerennya cowo tinggal ngasih finishing touch nya gitu. Ternyata ngga, Kita masak hampir dari awal. Masa cewe ngga becus masak? Aduh… ngga mencerminkan calon anggota ISIS(Istri Sholihah Idaman Suami) banget, terus kalian bisanya ngapain? (penulis juga ngga bisa masak sih sebenernya Ha… Ha.. Ha..). Akhirnya para cowo lah yang memasak, komando utama dipegang Wajih & BB. Penulis yang ngga bisa masak Cuma ngikutin komando mereka aja, at least penulis ngga dicap Cuma jadi tukang makan. Ada satu tugas yang kalo dipikir sangat mencerminkan jati diri sebagai kacung, yakni tukang ngambil air, dan yang bikin speechless ngambil airnya di nDalbar (nDalem Baru) yang letaknya berada di komplek putri. Penulis membranikan diri untuk melakukannya. Ketika di dekat masjid ada pemandangan yang tak terlupakan, cewe-cewe yang tadi gagal menjalankan misi untuk memaskan ternyata mereka sedang Tlidur, ini merupakan tradisi memukul bedug semalam suntuk pada malam Idul Fitri. Mereka sangat tangkas melakukannya sementara cowo lagi sibuk masak. Bukannya kebalik yah? Siapa yang masak siapa yang Tlidur?. Apakah ini yang orang-orang sebut emansipasi? Penulis hanya bisa terheran-heran saat melihat srikandi-srikandi memukuli bedug tak bersalah. Ketika di tempat pengisian air Aku ketemu Inferno, Do’i kaget liat kenapa Aku bisa sampe di area putri ini,tapi dengan cepatnya Do’i memasang muka jaim kembali. Oh ya, cowo masak-masak sampai larut malam. Besoknya cowo juga yang nyiapin makanan, cewe tinggal datang dan makan… Silakan Tante….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *